Pengobatan Hepatitis A

Hepatitis A (sebelumnya dikenal sebagai infeksi hepatitis) merupakan suatu penyakit menular yang bersifat akut yang menyerang organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Penyakit hepatitis A paling sering ditularkan melalui kotoran (tinja/feces) ke mulut melalui makanan atau air minum . Setiap tahun, sekitar 10 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus hepatitis A (HAV). Waktu antara infeksi dan munculnya gejala, (masa inkubasi), adalah antara dua sampai enam minggu dengan rata-ratanya adalah 28 hari.

Di negara-negara berkembang, dan di daerah dengan standar kebersihan yang masih buruk, angka kejadian infeksi virus HAV ini cukup tinggi dan biasanya menyerang pada anak usia dini. HAV juga telah ditemukan dalam sampel yang diambil untuk mempelajari kualitas air laut. Infeksi penyakit Hepatitis A tidak menunjukan tanda-tanda dan gejala klinis pada lebih dari 90% kasus anak yang terinfeksi. Pada kebanyakan kasus Infeksi Hepatitis A juga bisa memberikan kekebalan seumur hidup pada penderitanya.

Hepatitis A tidak mempunyai tahap kronis. Hepatitis A tidak bersifat progresif, dan tidak menyebabkan kerusakan organ hati yang permanen. Infeksi selanjutnya, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap HAV yang memberi kekebalan terhadap infeksi yang akan datang. Penyakit ini sudah terbukti secara efektif dapat dicegah dengan vaksinasi dan vaksin hepatitis A dalam mengendalikan wabah di seluruh dunia.

Gejala

Gejala awal infeksi hepatitis A sering menyerupai gejala influenza, tetapi beberapa penderita, terutama anak-anak, tidak menunjukkan gejala sama sekali. Gejala biasanya muncul 2 sampai 6 minggu, (periode inkubasi), sejak mulai terinfeksi. Gejala dapat kembali selama 6-9 bulan berikutnya, meliputi:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Nyeri perut
  • Mual
  • Diare
  • Kehilangan nafsu makan
  • Depresi
  • Penyakit kuning (kulit dan putih mata menguning/kekuningan)
  • nyeri yang terasa menusuk di daerah kanan atas perut
  • Kehilangan Berat badan
  • Gatal-gatal

Pencegahan

Penyakit Hepatitis A dapat dicegah dengan menerapkan cara hidup sehat dengan tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan (higinitas dan sanitasi), serta pencegahan melalui pemberian vaksinasi dan vaksin Hepatitis A.

Pengobatan: 7 tetes propolis 3x sehari

Pengobatan Kanker dengan propolis

Berdasar riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 – 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 – 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.

Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi – penggandaan – sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. ‘Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,’ ujar Woro.

Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.

‘Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,‘ kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM. Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei – salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.

Silahkan Order propolis Klik Disini

Pengobatan:MADU Vs Penyakit Jantung

Madu mengurangi resiko penyakit jantung, bedasarkan studi awal yang diterbitkan dalam “ Journal of Medicinal Food” (2004;1:100-7). Beberapa study ilmiah menyarankan dengan mengkonsumsi madu dapat mengurangi tekanan darah yang menyebabkan penyakit jantung.

Madu bagi sebagian orang justru diangangap dapat menyebabkan obesitas, LDL tinggi dan tekanan darah tinggi yang mengakibatkan penyakit jantung. Mengapa? Karena mereka berfikir madu mempunyai rasa manis yang berasal dari sucrose, glucose dan fructose. Kita ketahui bahwa mengkonsumsi sucrose secara berlebih dipercaya meningkatkan resiko obesitas, resisten terhadap insulin dan tekanan darah tinggi. Sucrose juga mengurangi HDL yang menguntungkan dan meningkatkan tingkat triglyceride. Fruktose mempunyai efek yang sama dengan sucrose.

Disinalah keajaiban lebah madu , gula-gulaan seperti sucrose, glucose dan fructose yang terkandung dalam madu justru menyehatkan. Lebah menghasilkan madu murni dengan menghisap nectar bunga yang kaya akan gula-gulaan tersebut tetapi lebah memproses gula-gulaan itu terlebih dahulu di dalam perut lebah . Setelah nectar diolah dalam tubuh lebah menjadi madu, barulah lebah mengeluarkan madu dari dalam perutnya. Jadi gula-gulaan yang terdapat dalam madu sudah diproses dalam perut lebah terlebih dahulu sehingga madu langsung bisa meresap kedalam darah kita. Berdasarkan riset ilmiah, madu bisa meresap kedalam darah sekitar 10 menit. Ini bisa kita buktikan jika kita lelah sehabis olah raga kemudian meminum madu murni tubuh kita cepat merasa segar kembali.

Madu disamping mengandung gula-gulaan juga mengandung banyak enzyme potensial yang menguntungkan seperti asam amino, madu mengandung bee pollen, propolis, lilin lebah dan nutrisi yang berasal dari tanaman dan tubuh lebah sendiri.

Beberapa zat kimia dalam darah dapat digunakan untuk memonitor tingkat resiko penyakit jantung. Beberapa tahun sebelumnya, tingkat kolesterol dan LDL (“jelek/jahat”) telah digunakan untuk memonitor tingkat penyakit jantung dan akhir-akhir ini homocysteine dan C-reactive Protein (CRP) telah ditambahkan sebagai penyebab/factor penyakit jantung. Orang dengan tingkat homocysteine tinggi memiliki tingkat penyakit jantung, kanker dan beberapa penyakit bahaya lainya.

Homocysteine yang tinggi dapat diturunkan dengan vitamin B6, B12 dan folic acid. Tingkat CRP yang tinggi juga dapat untuk memprediksi penyakit jantung. Tingkat CRP meningkat disebabkan oleh merokok, tekanan darah tinggi, obesitas dan penyakit gusi kronis.

Madu
dalam sebuah Study penelitian yang dilakukan terhadap lima sampai sembilan orang dalam tujuh percobaan. Dalam masing-masing percobaan dilakukan tes darah sebelum dan sesudah meminum larutan yang mengandung madu, glucose dan madu buatan ( mengandung setengah sucrose dan setengah fructose). Larutan yang digunakan dalam percoban mengandung antara 1 – 3 once madu, glucose atau glucose dan fructose.

Dari hasil percobaan, orang yang mengkonsumsi larutan madu tingkat kolesterol, LDL dan triglyceride secara total menurun tetapi tidak bagi yang meminum larutan glucose dan madu buatan.

Setelah 15 hari percobaan, orang yang mengkonsumsi madu tingkat HDL (baik) meningkat dan tingkat Homocysteine menurun. Efek dari mengkonsumsi madu setiap hari selama 15 hari bagi orang yang mempunyai kadar kolesterol tinggi : total kolesterol menurun 8%, LDL (jahat) kolesterol menurun 11%, dan CRP menurun 57%.

Hasil riset study ini merekomendasikan bahwa madu mempunyai efek yang positif bagi penderita penyakit jantung. Dalam relative singkat, madu dapat menurunkan kolesterol dan yang paling dramatis adalah menurunkan tingkat CRP terhadap orang yang mempunyai kadar kolesterol tinggi. Tampaknya CRP mempunyai peranan penting penyebab penyakit jantung selain kolesterol.

Jadi mengkonsumi sucrose, glucose dan fructose bisa meningkatkan resiko penyakit jantung, study ini merekomendasikan memakan madu bukan hanya aman tetapi pada kenyataanya justru menyehatkan jantung.

MADU Mengurangi Resiko Penyakit Jantung diterjemahkan dari : Maureen Williams, ND. Recived her bachelor’s degree from the University of Pennnsylvania and her Docctorate of Naturopathic from Bastyr Univesity in Seattle, WA. She has a private practice in Quechee, VT, and does extensive work with traditional herb medicine in Guatemala and Honduras. Dr. Williams is a regular contributor to Healthnotes Newswire. sumber www.madupropolis.com

Pengobatan HIV/AIDS

Siapa tak merinding mendengar kata AIDS – menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi human immunodeficiency virus HIV yang memicu munculnya beragam penyakit? Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 2-juta penduduk dunia meninggal akibat AIDS sepanjang 2008. Jumlah itu mungkin turun jika para pengidap AIDS mengenal propolis.

Propolis memang belum dibuktikan secara klinis bisa mengatasi HIV. Namun, berdasar riset in vitro – di laboratorium – yang dilakukan para peneliti dari University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat, propolis berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh para penderita HIV/AIDS. Tim peneliti menduga zat antiviral yang terkandung dalam propolis menghambat masuknya virus ke dalam CD4+ limfosit.

Propolis dosis 66,6 ?g/ml dalam kultur sel CD4+ – sel T dalam sistem kekebalan yang memiliki reseptor CD4 mampu menghambat ekspresi virus HIV maksimal 85%. Lazimnya pada penderita HIV/AIDS, virus mematikan itu menginfeksi sel bereseptor CD4 dan merusaknya. Makanya, jumlah sel ber-CD4 pada penderita HIV/AIDS turun jauh di bawah angka normal. Pada orang sehat, jumlahnya sekitar 500 – 1.500/mm3 darah.

sumber: trubus online

Propolis: Pengobatan HIV/AIDS

Siapa tak merinding mendengar kata AIDS – menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi human immunodeficiency virus HIV yang memicu munculnya beragam penyakit? Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 2-juta penduduk dunia meninggal akibat AIDS sepanjang 2008. Jumlah itu mungkin turun jika para pengidap AIDS mengenal propolis. Propolis memang belum dibuktikan secara klinis bisa mengatasi HIV. Namun, berdasar riset in vitro – di laboratorium – yang dilakukan para peneliti dari University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat, propolis berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh para penderita HIV/AIDS. Tim peneliti menduga zat antiviral yang terkandung dalam propolis menghambat masuknya virus ke dalam CD4+ limfosit. Propolis dosis 66,6 ?g/ml dalam kultur sel CD4+ – sel T dalam sistem kekebalan yang memiliki reseptor CD4 mampu menghambat ekspresi virus HIV maksimal 85%. Lazimnya pada penderita HIV/AIDS, virus mematikan itu menginfeksi sel bereseptor CD4 dan merusaknya. Makanya, jumlah sel ber-CD4 pada penderita HIV/AIDS turun jauh di bawah angka normal. Pada orang sehat, jumlahnya sekitar 500 – 1.500/mm3 darah. sumber: http://www.binaapiari.com/propolis-pengobatan-hivaids/

Pengobatan Bronchitis dengan PROPOLIS

Bronchitis adalah peradangan disebabkan oleh basil atau virus dan berbagai zat polutan seperti zat kimia dari rokok atau asap rokok dan unsur polusi lainnya. Peradangan ini terjadi pada batang tenggorokkan dan mengakibatkan keluarnya lendir. Adanya lendir ini membuat tubuh bereaksi batuk-batuk yang merupakan mekanisme untuk membersihkan lendir. Keadaan ini akibat dari meradangnya saluran napas yang menghubungkan tenggorokan dengan paru-paru (bronchus).

Apabila peradangan terjadi berlangsung terus-menerus selama 2 tahun yang ditandai dengan batuk-batuk disertai dahak yang berlebihan disebut dengan bronchitis kronis. Gejala sakit lainnya yang biasanya di rasakan penderita adalah : munculnya rasa nyeri dan panas di bagian dada, mengalami kesulitan bernapas, suhu tubuh meninggi akibat peradangan, dan terkadang disertai dengan gejala batuk yang mirip gejala asma.

Sedangkan pada bronchitis kronis biasanya ditemukan unsur alergi dari si penderita serta adanya faktor turunan yang mempengaruhinya. Bronchitis kronis termasuk penyakit sumbatan paru menahun yang bersifat makin lama makin bertambah hebat keluhannya. Kebiasaan mengisap rokok merupakan faktor pendukung timbulnya bronchitis kronis.

Pengobatan Bronchitis dengan PROPOLIS

Sudah sejak lama secara tradisional kita mengenal cacahan sisiran lilin lebah mengandung banyak propolis digunakan untuk mengobati bronchitis.

Pada tahun 1975 dokter-dokter dari Rusia telah melaporkan hasil penelitian penyakit Pheuminia dari 76 anak. Penelitian ini untuk meneliti efektifitas penggunaan antibiotik yang umum dipakai dibandingkan antibiotik alami dari Propolis. hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan antibiotik alami dari Propolis menunjukan hasil yang sangat memuaskan dibandingkan dengan antibiotik kimia dalam mengatasi penyakit pheumonia pada anak-anak.

Pada tahun 1980 Dr Schelle dari Silesian Medical School merawat 260 pekerja di pabrik baja yang menderita bronchitis. Pasien dirawat dalam 24 hari dengan menggunakan pengobatan extrak propolis cair. Hasilnya penggunaan propolis sangat efektif untuk mengobati bronchitis.

Pada tahun 1989 Peneliti Rusia merawat 104 pasien yang menderita bronchitis kronis metode konvensional digunakan terhadap 56 pasien sedangkan 48 pasien diberikan obat hisap propolis dan madu. Pasien yang mendapatkan propolis dan madu bisa keluar rumah sakit 3-4 hari lebih cepat dari pasien yang dirawat secara konvensional. Tingkat pasien yang kembali sakit untuk yang dirawat secara konvensional 2x lebih tinggi dari pada yang dirawat memakai madu dan propolis.

Mengkombinasikan Madu dan propolis untuk penyembuhan bronkitis terbukti cukup efektif. Madu juga mempunyai zat anti bacterial sehingga mendukung kerja propolis

Penyakit Kawasaki

Namun kenyataannya kasus penyakit kawasaki yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah angka ini. Sekitar 20-40 persen-nya mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh namun sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu. Sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan jantung.

Penyebab Penyakit Kawasaki hingga saat ini belum diketahui, meski diduga kuat akibat suatu infeksi, namun belum ada bukti yang meyakinkan. Karena itu cara pencegahannya juga belum diketahui. Penyakit kawasaki ini juga tidak terbukti menular.

Read the rest of this entry »

Wasir dan Pengobatannya

Pendahuluan
Wasir atau Ambeien atau haemorrhoid sebenarnya banyak kita jumpai diantara kita, hanya karena perasaan malu atau dianggap tidak penting, maka kurang diperhatikan. Oleh awam semua keluhan didubur sering diartikan sebagai wasir dan diobati sendiri seadanya. Sebelum kita dapat menegakkan diagnosa wasir, haruslah disingkirkan kemungkinan lain lebih-lebih kemungkinan adanya suatu keganasan.

Apakah itu Wasir ?
Secara anatomis wasir itu bukanlah suatu penyakit melainkan suatu perubahan pada bantalan pembuluh-pembuluh darah didubur (dalam bahasa latin disebut corpus cavernosa recti) berupa pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah dan jaringan sekitarnya. Fungsi bantalan ini sebagai klep/katup yang membantu otot-otot dubur untuk menahan faeces. Ada tiga pembuluh darah (arteria ) didaerah dubur. Bila oleh salah satu sebab terjadi gangguan (bendungan) aliran darah, maka pembuluh darah ini akan melebar dan membengkak, keadaan ini disebut WASIR. Kita mengenal wasir dalam (haemorrhoid interna) seperti yang tertulis diatas, dan wasir luar dimana kulit luar sekitar dubur membengkak karena pelebaran pembuluh darah balik dibawah kulit.

Apa yang menyebabkan terjadinya Wasir ? Tentang penyebab terjadinya wasir terdapat banyak pendapat, antara lain : faktor keturunan, sikap tubuh manusia dalam berjalan dengan kaki sehingga tekanan kebawah lebih besar, kehamilan, perubahan hormonal (waktu hamil), jenis pekerjaan, dll. Kemungkinan besar berbagai faktor ini saling terkait dan mempengaruhi.

Gejala-gejala Wasir.
Salah satu gejala pertama yang sering dijumpai adalah perdarahan dari dubur mungkin hanya beberapa tetes saja tetapi bisa pula cukup banyak bahkan kadang-kadang memancur keluar. Darah yang keluar merah muda / segar. Umumnya tidak ada rasa sakit. Rasa sesuatu yang mengganjal atau keluar sementara atau setelah buang air besar adalah keluhan kedua yang sering dikemukakan. Ini menyebabkan perasaan buang air besar yang belum tuntas sehingga yang bersangkutan mengejan lebih kuat yang menyebabkan wasir bertambah parah. Prolaps atau menonjolnya wasir terjadi pada tingkat lanjut dan klasifikasi atau tingkat keparahan tergantung dari prolaps ini. Dengan adanya prolaps maka fungsi penutup dari otot-otot dubur dapat terganggu ini menyebabkan cairan dari usus dapat keluar sehingga penderita mengeluh bahwa ada bercak-bercak kotoran pada pakaian dalam. Ini disebut inkontinensi. Rasa sakit dapat terjadi pada tingkat lanjut jika terjadi thrombosis (gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah) umumnya terjadi pada wasir luar atau inkarserasi dimana wasir yang keluar terjepit

Pembagian derajat keparahan

Untuk memilih cara pengobatan yang paling tepat, kita harus mengetahui derajat keparahannya. Wasir dibagi dalam 4 derajat keparahan :

Keadaan wasir derajat ini hanya dapat dilihat dengan teropong yang disebut proktoskop/anuskop. Gejala paling jelas adalah perdarahan waktu buang air besar.
Pada derajat ini sewaktu buang air besar atau berjongkok keluar benjolan dari dubur yang dapat masuk kembali secara spontan (tanpa dibantu tangan).
Disinipun terdapat bagian wasir yang menonjol keluar seperti pada derajat II, tetapi tidak dapat masuk secara spontan dan harus dibantu dengan tangan.
Wasir yang keluar tidak dapat masuk lagi atau keluar kembali, tetapi biasanya tidak sakit. Pada derajat II dan III ada kemungkinan bahwa bagian wasir yang keluar terjepit, membengkak dengan rasa sakit dan tidak dapat masuk kembali. Keadaan ini disebut inkarserasi.Kejadian ini biasanya terjadi setelah makan makanan yang pedas atau “panas” (seperti misalnya durian, kambing, tape, dll), mengejan, minuman beralkohol dan perjalanan yang jauh.

Pemeriksaan
Seperti penyakit-penyakit lain, sebelum dapat menegakkan diagnosa dan therapinya, diperlukan pemeriksaan yang teliti.

Propolis Menyembuhkan Wasir?
Propolis mengandung bioflavonoids serta merupakan antibiotik alami, selain mengandung beberapa vitamin dan mineral serta anti virus, bakteri dan jamur. Karenanya, selain diminum, untuk luka di lokasi wasir juga harus diteteskan. Dengan meminum propolis, berguna untuk melancarkan penyumbatan pembuluh darah dan penguatan sel kapilari dalam jaringan darah secara maksimal, sehingga akan menghindari terjadinya pendarahan dan kemudian menghilangkan penyumbatannya.
Luka akibat pendarahan di lokasi wasir, perlu diteteskan propolis untuk memperbaiki luka dan menghindari masuknya bakteri.
.

Diagnosa Banding
Seperti telah dikemukakan diatas selain wasir masih banyak penyakit yang mempunyai gejala yang sama dimana yang terpenting adalah menghilangkan kemungkinan tumor ganas.

Pengobatan Wasir

Ada dua macam pengobatan yaitu tanpa operasi/ oninvasiv dan dengan cara operasi/invasiv. Kedua macam cara ada keuntungan dan kerugiannya. Pada cara pertama dapat dilakukan dalam rangka rawat jalan sedang pada cara kedua pasien harus dirawat karena dilakukan dalam pembiusan/narkose.
A. Pengobatan tanpa operasi.

Salep dan/atau suppositori dapat mengurangi keluhan subyektif tetapi tidak dapat menyembuhkan wasir.

Suntikan (dengan sklerosing agent) dapat diberikan pada derajat keparahan I-III dan kadang-kadang juga pada derajat IV. Prinsip dari obat suntikan ini adalah menyumbat pembuluh darah dan mengecilkan bantalan pembuluh darah.

Infrared coagulation (IRC) sering dipakai pada derajat I lebih-lebih disertai perdarahan. Juga pada derajat II masih memberikan hasil yang cukup bagus. Prinsip IRC adalah pemberhentian perdarahan dengan sinar infra merah.

Alternatif lain untuk pengobatan wasir derajat III dan IV adalah dengan ligasi yaitu pangkal wasir diikat dengan karet yang khusus sehingga wasir akan “layu” dan jatuh. Umumnya dipakai jika wasir hanya ada disatu atau dua tempat. Sering dilakukan kombinasi antara suntikan dan ligasi untuk mendapatkan hasil yang optimal.
B. Pegobatan dengan operasi.

Operasi umumnya dilakukan pada derajat III dan IV. Keberhasilan operasi lebih bagus dibandingkan tanpa operasi, artinya kemungkinan kambuh kembalinya wasir lebih kecil. “Kerugiannya” adalah bahwa penderita harus dirawat disamping operasi harus dilakukan dalam pembiusan. Juga rasa sakit setelah operasi tidak dapat dihindari, meskipun dengan methode operasi sekarang rasa sakit jauh berkurang dan lama perawatan juga lebih cepat (3-4 hari). Dengan kemajuan teknik pengobatan tanpa operasi, pola pengobatanpun berubah. Hanya 20% dari penderita wasir yang memerlukan penanganan dengan operasi sedangkan 80% dapat diobati tanpa operasi.
Catatan : Harus diingat bahwa dengan metode pengobatan apapun kemungkinan wasir dapat kambuh kembali selalu ada. Kambuh tidaknya wasir sangat tergantung dari kebiasaan makan, minum, buang air besar.

dikutip dari : Dr. Med. Christopher B, Sp.B, RS Mitra Internasional

Pengobatan Kanker

Pengobatan KANKER ?? Anda sedang sedih karena orang yang anda cintai menderita kanker. Dapatkah kanker disembuhkan? Pengobatan kanker mana yang harus dipilih?

Bagi penderita kanker, pengobatan adalah waktu sangatlah berharga. Jangan menyia-nyiakan waktu, tenaga dan uang dengan mencoba-coba jenis pengobatan. Kenalilah berbagai metode pengobatan kanker sebelum memilih yang terbaik bagi terkasih Anda.

Sebelum Anda mulai, pahamilah bahwa pengobatan kanker yang baik harus memenuhi fungsi kuratif (menyembuhkan), paliatif (mengurangi rasa sakit) dan preventif (mencegah timbulnya kembali).

Sekarang, mari kita kenali jenis-jenis pengobatan kanker yang ada.
Secara umum ada 2 jenis metode/pendekatan dalam memerangi kanker, yaitu : metode pengobatan ala timur dan pengobtan ala barat. Secara fundamental kedua pengobatan  berbeda.

Pengobatan kanker ala timur atau lebih dikenal pengobatan tradisional mengandung prinsip utama untuk meningkatkan kekebalan/ketahanan tubuh sehingga dapat melawan sel-sel kanker.

Sedangkan pengobatan kanker ala barat atau lebih dikenal dengan pengobatan modern memiliki prinsip utama membunuh/merusak sel-sel kanker.

Bila dianalogikan dengan perang dimana kanker adalah pasukan musuh yang menyerang teritori pertahanan tubuh, maka pengobatan timur menitik-beratkan pada pasukan perangnya sedangkan pengobatan barat pada amunisinya.

Masing-masing jenis pengobatan kanker diatas memiliki plus & minusnya. Adalah bijak untuk menggandeng pengobtan timur & pengobatan barat dalam mengobati kanker.

Sekarang mari kita lihat masing-masing jenis pengobatan.

I. PENGOBATAN KANKER BARAT :

Pengobtan meliputi antara lain: kemoterapi, radiasi, pembedahan, terapi antibodi monoclonal, terapi hormon dll. Tujuan utamanya adalah untuk memberantas, membunuh atau mengubah sel-sel kanker.

A. KEMOTERAPI

Pengobtan dengan kemoterapi memiliki prinsip kerja yaitu meracuni atau membunuh sel – sel kanker, mengontrol pertumbuhan sel kanker, dan menghentikan pertumbuhannya agar tidak menyebar atau untuk mengurangi gejala-gejala yang disebabkan oleh KANKER. Kemoterapi bersifat sistematik, berbeda dengan radiasi atau pembedahan yang bersifat setempat, karenanya kemoterapi dapat menjangkau sel-sel kanker yang mungkin sudah menjalar dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Pengobtan ini tingkat keberhasilan kemoterapi juga berbeda-beda tergantung jenis KANKER-nya.

Efek samping pengobtan dengan kemoterapi adalah terjadi penurunan jumlah sel-sel darah, infeksi, anemia, pendarahan seperti mimisan, rambut rontok, gatal dan kering pada kulit, mual dan muntah, dehidrasi, tekanan darah rendah, sembelit, diare, gangguan sistem syaraf.

B. RADIASI (PENYINARAN)

Pengobatan kanker dengan Radiasi biasanya dilakukan sebelum atau sesudah operasi untuk mengecilkan tumor. Radiasi dilakukan dalam usaha menghancurkan jaringan-jaringan yang sudah terkena KANKER.

Efek samping pengobtan kenker dengan radiasi adalah mual dan muntah, penurunan jumlah sel darah putih, infeksi/peradangan, reaksi pada kulit seperti terbakar sinar matahari, rasa lelah, sakit pada mulut dan tenggorokan, diare dan dapat menyebabkan kebotakan.

C. PEMBEDAHAN

Pembedahan merupakan bentuk pengobatan kanker yang paling tua. Beberapa KANKER sering dapat disembuhkan hanya dengan pembedahan jika dilakukan pada stadium dini.
CATATAN : Untuk beberapa kasus, pengobatan kanker terbaik merupakan kombinasi dari pembedahan, radiasi dan kemoterapi. Pembedahan atau radiasi mengobati KANKER yang daerahnya terbatas, sedangkan kemoterapi bertujuan membunuh sel-sel KANKER yang berada diluar jangkauan pembedahan maupun radiasi. Terkadang radiasi atau kemoterapi dilakukan sebelum pembedahan untuk memperkecil ukuran tumor atau setelah pembedahan untuk menghancurkan sisa-sisa sel KANKER yang mungkin tersisa.

II. PENGOBATAN KANKER – TIMUR:

Pengobtan kanker ala timur meliputi antara lain : pengobatan dengan herbal kanker, akupunktur, akupresur, homeopati, aromaterapi, terapi musik, yoga, meditasi, terapi sentuhan, terapi doa, dll.

Pengobatan kanker dengan ramuan HERBAL adalah suatu pengobatan dengan menggunakan berbagai macam ekstrak dari tumbuh-tumbuhan, contohnya, ekstrak dari Propolis yang dikombinasikan dengan bahan alami lainnya yang diolah secara modern, yang dapat membantu detoxifikasi jaringan darah dan menstimulasi system kekebalan tubuh untuk bersama-sama memberantas sel kanker.

Pengobatan HERBAL KANKER adalah salah satu alternatif pengobatan yang banyak digunakan orang karena terbukti efektif, tanpa efek samping dan relatif murah biayanya.

Karena KANKER sendiri merupakan a class of diseases, maka dapat dikatakan bahwa tidak ada satu solusi pengobatan untuk semua. Yang disarankan adalah menggunakan kombinasi pengobatan-kanker yang disesuaikan dengan kondisi pasien (psikis, psikologis & keuangan), jenis KANKER, lokasi maupun stadium yang dialami.

Kesuksesan pengobatan-kanker amat bergantung kepada kesabaran, konsistensi & semangat hidup pasien. Yang tidak kalah penting adalah iman kepada Tuhan dan keyakinan bahwa KANKER bukanlah akhir dari segalanya. KANKER hendaknya disadari sebagai ujian hidup yang pasti ada jalan keluarnya.

Source :
- Leonard Shen, M.D & Dr. Bragdon Jose, Ph.D , 2008. Perspektif Ying&Yang Terhadap Kanker. Jakarta;PT. Prestasi
- Junaidi Iskandar. 2007. Kanker – Pengenalan, pencegahan, dan pengobatannya. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer

Compiled by: www.cancerhelpscom

Kanker Payudara dan Pencegahannya

Pencegahan kanker payudara dan gaya hidup. American Institute for Cancer Research (AICR), baru-baru ini mengeluarkan laporan pembaruan dari laporan sebelumnya yang dilansir pada tahun 2007. Laporan ini memaparkan hubungan antara gaya hidup dan risiko kanker payudara. Dikatakan bahwa berat tubuh, aktivitas fisik yang rutin, dan pengurangan asupan alkohol adalah fondasi dari gaya hidup untuk menghindar dari intaian kanker payudara. Ada banyak tipe kanker payudara, dan ada banyak faktor yang bisa mencetuskan kanker payudara. Namun, yang pasti, gaya hidup seseorang bisa mempengaruhi hasilnya. Berikut yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara.

Kanker payudara dan Berat badan
Laporan yang dilansir pada tahun 2007 lalu menunjukkan bahwa berat badan berlebih secara meyakinkan meningkatkan risiko kanker payudara saat memasuki menopause. Seiring bertambahnya berat tubuh seorang wanita, meningkat pula risikonya. Lemak yang menumpuk di bagian pinggang ditengarai memiliki keterkaitan kepada risiko kanker payudara.

Riset tahun 2009 mengenai kanker payudara yang terdapat di Journal of the National Cancer Institute (JNCI) juga mengatakan bahwa pengendalian berat badan sebagai langkah terutama dalam mengurangi risiko kanker payudara. Lemak tubuh yang berlebih nampaknya meningkatkan level estrogen saat memasuki fase menopause (yang menjelaskan alasan kanker payudara yang berhubungan dengan tipe estrogen-sensitif). Peningkatan lemak tubuh juga mengarah ke peningkatan insulin dan faktor penumbuh senyawa serupa insulin, yang meningkatkan risiko kanker payudara tipe estrogen-negatif.

Kanker payudara dapat dipengaruhi aktivitas fisik
Laporan AICR juga menyatakan hubungan antara aktivitas fisik rutin dengan menurunnya risiko kanker payudara saat memasuki menopause, dan kemungkinan sebelum menopause. Dalam analisanya,  para peneliti menemukan bahwa melakukan aktivitas (latihan) fisik selama 2 jam per hari mampu menurunkan risiko kanker payudara. Laporan lainnya juga mengatakan, bahwa wanita yang melakukan aktivitas fisik secara rutin dengan intensitas tinggi menurunkan risiko kanker payudara di bawah mereka yang tidak aktif secara fisik sebanyak 14-20 persen.

Aktivitas fisik secara potensial melindungi diri dari kanker payudara melalui penguatan sistem imun tubuh, serta mengurangi level hormon reproduktif dan hormon yang berhubungan dengan insulin, dan lewat dampaknya terhadap kontrol berat tubuh. Tak dipungkiri lagi, bahwa aktivitas memiliki pengaruh besar, meski seberapa banyak dan tipe aktivitas apa yang bisa memberikan perlindungan optimal juga masuk dalam hitungan. Aktivitas ringan selama minimal 30 menit per hari adalah rekomendasi kesehatan secara umum.

kanker payudara dan alkohol
Tak hanya dua hal di atas, pembatasan asupan alkohol adalah salah satu langkah yang secara nyata bisa mengurangi risiko kanker payudara, tipe pra dan paska menopause. Penelitian yang digabungkan secara konsisten menunjukkan adanya peningkatan 5-10 persen risiko kanker payudara dengan asupan minuman alkohol standar harian. Contohnya, 340 ml atau 142 ml anggur saja dianggap sudah cukup berbahaya. Laporan lain dari JNCI juga mengatakan, bahwa di antara wanita yang memasuki fase menopause, mereka yang memiliki kebiasaan minum alkohol menunjukkan risiko lebih besar mengidap kanker payudara ketimbang mereka yang tidak meminumnya.

Kanker payudara dan  menyusui
Satu hal yang secara pasti bisa menurunkan risiko kanker payudara pra dan paska menopause adalah dengan memberikan ASI untuk anak.

Di luar keempat hal yang disebutkan di atas, laporan JNCI mengatakan bahwa wanita bisa mengurangi risiko kanker payudara paska menopause dengan mengontrol asupan sehari-hari, khususnya mengurangi makanan berlemak. Amat disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan alami, seperti sayuran, buah-buahan, gandum utuh, dan biji-bijian.

NAD Sumber: msn, KOMPAS.com